Cast:
Jet Li as Huo Yuanjia
Shido Nakamura as Anno Tanaka
Sun Li as Moon/Yue Ci
Yong Dong as Nong Jinsun
Hee Ching Paw as Yuankia’s Mother
Ting Leung as Lai
Yun Qu as Grandma
Nathan Jones as Hercules O’Brien
Brandon Rhea as German Fighter
Anthony De Longis as Spanish Fighter
Jean Claude Leuyer as English Boxer
Mike Leeder as Fight Referee
Jon T. Benn as American Businessman
John Paisley as English Businessman
Collin Chou as Yuanjia’s Father
Masato Harada as Mita

Directed by Ronny Yu

Diangkat dari sebuah kisah nyata di negeri Cina, seorang ahli bela diri bernama Master Huo Yuan Jia (1869-1910) dari Tian JIn, cerita ini diangkat. Pada masa itu, negeri Cina sangat suka bertarung untuk memperebutkan gelar yang terbaik. Yuan Jia (Jet Li) yang Sejak kecil dilarang oleh sang ayah relajar bela diri, diam-diam memperlajari ilmu bela diri dan ingin sekali mengembalikan martabat keluarga Huo yang jatuh.

Setelah Dewasa, sedikit demi sedikit pertarungan selalu ia menangkan. Sayangnya, berbarengan dengan kemenangannya, ia menjadi sombong dan kurang memperhatikan keluarganya. Suatu hari dengan pongahnya ia bertarung dengan Guru Qin yang menyebabkan tewasnya sang guru tersebut. Anak angkat dari Guru Qin pun membalas kematian ayahnya dengan membunuh ibu dan anak Yuan Jia. Karena sedih dan mengalami depresi, Yuan Jia akhirnya berkelana hingga ke negeri Siam. Disana ia dirawat oleh seorang nenek dan cucunya yang buta bernama Yue Ci (Sun Li).

Bersama Yue Ci dan hidup selama beberapa tahun di desa ini, Yuan Jia akhirnya menyadari apa yang hilang dari dirinya dan menemukan prinsip hidup yang disebut Wushu. Ia akhirnya mengerti tindakan yang dilakukan oleh ayahnya pada pertarungannya yang terakhir. Ia menemukan bahwa bela diri bukan semata-mata dipelajari untuk mengalahkan orang lain, tetapi untuk menahan emosi. Ia juga belajar menghargai orang lain dan bersikap baik kepada sesama agar hidup menjadi lebih terntram. Ia menyadari bahwa belajar bela diri bukan untuk menunjukkan kekuatan kita kepada lawan tetapi semata-mata untuk menyadari kekurangan diri sendiri.

Membandngkan The Last Samurai dan Fearless, saya menemukan sebuah cerita yang kurang lebih sama. The Last Samurai dibuat pada tahun 2003 sedangkan Fearless tahun 2006, Namur kdua film ini menceritakan era yang kurang lebih sama. The Last Samurai bercerita tentang negeri Jepang pada era Restorasi Meiji tahun 1862-1869 sedangkan Fearless menceritakan kisah hidup master Yuan Jia tahun 1869-1910.

Pada era yang sama, baik di Jepang maupun di Cina sedang terjadi perubahan yang sangat penting, yaitu masuknya unsur Barat ke dalam negeri ini. Perlahan-lahan segala sesuatu yang berbau kebarat-baratan mulai muncul, perubahan cara berpakaian, mulai masuknya serdadu iIdia, Inggris, Eropa, Amerika ke negeri ini dan tentunya perubahan pola pandang bahwa bertindak seperti orang Barat adalah suatu kemajuan dan orang yang tidak ingin berubah dianggap sebagai seorang pemberontak.

Negeri Jepang dan Cina adalah dua negeri yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai hidup. Jepang dengan Bushido dan Cina dengan Wushu. Keduanya adalah nilai hidup kejujuran, kehormatan, keberanian, saling menghargai dan masih banyak nilai lainnya yang sangat positif dan baik. Kehadiran pihak Barat dengan taktik politiknya berusaha menghancurkan nilai-nilai hidup yang diyakini ini. Dengan cara itu, era samurai di Jepang berakhir dan di negeri Cina sendiri sebagaimana ditunjukkan dalam Fearless, para jagoan bela diri sengaja dibunuh atau dikalahkan agar rakyat Cina tunduk dan patuh pada kekuasaan baru ini.

Saya percaya pada era itu pula di Indonesia, leluhur kita juga menerapkan prinsip hidup semacam Bushido atau Wushu. Entah kemana kini prinsip itu pergi dan banyak sekali rakyat Indonesia kini yang tidak mengenali, sehingga rakyat di negeri kita ini jauh dari kehidupan jujur, bersemangat, dan rasa saling menghargai.

Selamat Hari Pahlawan [RN/101108].

Bukan kebetulan jika Nathan Algren (Tom Cruise) berada di Jepang untuk membantu pemerintahan Jepang pada jaman Restorasi Meiji dan memimpin sebuah pasukan tentara Jepang bergaya Barat. Pasukan ini disiapkan untuk melawan Samurai yang dianggap sebagai pemberontak atas perlawanan mereka terhadap kemajuan Jepang.

Negeri Jepang pada masa itu adalah sebuah masa yang sulit dimana budaya Timur secara perlahan mulai terkikis dengan hadirnya budaya Barat yang dianggap mencerminkan kemajuan dan keberadaban. Banyak pebisnis pada jaman ini sangat mendukung pemerintahan gaya baru karena mereka bisa mengeksploitasi negeri mereka untuk kekayaan mereka sendiri. Salah satu pebisnis yang sangat dekat dengan Kaisar Meiji (Shichinosuke Nakamura), yaitu Omura (Masato Harada) sangat ingin melenyapkan para Samurai karena dianggap menghalangi bisnis yang akan ia lakukan. Untuk itulah Omura merekrut banyak tentara Amerika, termasuk Algren.

Samurai yang dianggap sebagai pemberontak dipimpin oleh Samurai Lord Katsumoto (Ken Watanabe) seorang samurai yang pernah menjadi guru yang sangat dipercaya oleh Kaisar Meiji. Pada suatu ketika, Katsumoto berkesempatan bertarung dengan pasukan pimpinan Algren. Pada pertempuran ini Algren ditawan dan dibawa ke desa para Samurai. Di desa itu Algren mempelajari kehidupan sebagai seorang samurai dan pada akhirnya ia bergabung dengan para Samurai dan ikut melawan kekejian Omura meskipun banyak Samurai tewas pada pertempuran terakhir di Shiroyama tersebut.

The Last Samurai adalah sebuah film drama yang diproduksi pada tahun 2003 oleh Edward Zwick sebagai produser sekaligus co-writer berdasarkan cerita yang ditulis olehJohn Logan. Film ini menggambarkan kehidupan samurai pada tahun 1800-an yang dianggap sebagai era terakhir dari keberadaan Samurai.

Samurai di film ini digambarkan sebagai sekumpulan orang yang memiliki cara hidup sebagai seorang Samurai yang dikenal dengan istilah Bushido.Melalui cara hidup ini seorang samurai menerima prinsip hidup yang terdiri dari Chu (duty dan loyalty), Gi (justice dan morality), Makoto (honesty), Rei (Respect), Jin (compasión), Yu (heroic Courage), dan Meiyo (Honor). Bagi seorang samurai, menerapkan Bushido dalam hidup adalah suatu keharusan. Mereka percaya bahwa dalam kehidupan ini, mereka harus melayani seseorang yang didaulat sebagai master dan sang master itu sendiri juga melayani emperor/kaisar sebagai pimpinan tertinggi dalam kelompok.Dengan cara hidup seperti ini, mereka tidak saja saling menghormati satu sama lain tetapi mereka juga menghormati musuh mereka. Prinsip Makoto membuat mereka selalu berkata dan bertindak Jujurdengan tidak berlaku curang baik kepada kawan maupun lawan.

Melalui cara hidup seorang samurai, sangatlah menarik apabila diterapkan ke dalam prinsip hidupsaat ini. Kejujuran yang saat ini sangat mahal harganya tidak mudah diperoleh. Banyak sekali kasus dimana seseorang yang berlaku Jujur seringkali ditipu atau bahkan dicurangi oleh orang lain yang mengambil manfaat dari prilaku jujurnya. Bayangkan apabila setiap orang didunia ini menerapkan prinsip Bushido dalam kehidupan mereka Seharí-hari. Rasa saling percaya tumbuh karena prinsio kejujuran yang diterapkan setiap orang, Rasa saling menghargai tumbuh karena setiap orang adalah penting bagi orang lain, Semangat untuk belajar dan saling mengajarkan, semangat untuk selalu menjaga kehormatan orang lain, Semangat untuk selalu ingin memberikan yang terbaik dari dirinya adalah semangat untuk berbakti kepada negeri, semangat untuk saling menjaga lingkungan dimana kita berada.

Selamat Hari Pahlawan [RN,101108]

“Lebih baik memberi lebih banyak daripada menerima lebih banyak”, begitulah yang disampaikan oleh Pak Harfan (Ikranegara), sang Kepala Sekolah SD Muhammadiyah kepada Ibu Muslimah (Cut Mini), salah seorang guru baru di sekolah itu. Bersama Pak Bakri (Teuku Rifnu Wikana), seorang guru lainnya, mereka bertiga mempertahankan sekolah yang telah bertahun-tahun mendidik puluhan anak di desa Gantong, Belitong.

Tahun itu, mereka harus menerima 10 orang murid baru, agar sekolah mereka bisa terus memberikan pelayanan pendidikan kepada anak-anak di daerah itu. Memang tidak mudah bagi sekolah private seperti SD Muhammadyah untuk terus bisa bertahan, terlebih dengan maraknya sekolah baru yang lebih mewah dan menjanjikan keberhasilan bagi para anak didik. Namun tentu saja, ketiga pendidik ini tidak gentar untuk terus memberikan yang terbaik dari diri mereka agar ke-10 murid baru mereka bisa mendapatkan pendidikan budi pekerti, agama dan ilmu pengetahuan yang setara bahkan lebih baik dibandingkan dengan sekolah lain yang lebih modern didaerah itu. Laskar Pelangi adalah cerita tentang semangat mengajar dan memberi yang tak pernah padam, meskipun begitu banyak cobaan datang silih berganti. Sebuah dedikasi mengajar yang luar biasa.

Mira Lesmana sebagai Produser dan Riri Riza sebagai Sutradara memang tidak main-main. Untuk merekrut para pemain dan demi memunculkan budaya dan kenaturalan jalan cerita, mereka menjalani proses hunting dan casting di Belitong dan akhirnya memilih 12 orang pelajar Belitong yang memerankan karakter Ikal, Lintang, Mahar, Syahdan, Borek, Kucai, A Kiong, Sahara, Trapani, Harun, Flo, dan A Ling. Berbeda dengan versi novelnya, maka dalam versi sinema ini tidak semua tokoh diceritakan secara detil, hanya beberapa saja diantaranya, namun tidak mengurangi keasyikan jalan cerita yang disampaikan. Disamping ke-12 pelajar Belitong, Mira juga menampilkan para pemain profesional. 12 nama aktor profesional pun turut tampil meramaikan film ini, seperti Cut Mini, Ikranegara, Lukman Sardi, Ario Bayu, Tora Sudiro, Slamet Raharjo, Alex Komang, Mathias Muchus, Rieke Diah Pitaloka, Robbie Tumewu, JaJang C. Noer, dan Teuku Rifnu Wikana.

Seperti Sinema dan Film lain yang diangkat dari sebuah novel, maka sinema Laskar Pelangi yang diadaptasi dari novel fenomenal dengan judul yang sama karangan Andrea Hirata (Bentang Pustaka, 2004) ini juga mengalami hal yang sama. Naskah ceritanya tidak bisa digambarkan sama persis dengan versi bukunya, tentu karena keterbatasan waktu, meskipun film ini telah berdurasi 150 menit. Miles Films dan Mizan Production ini terpaksa harus memotong sekian banyak halaman buku yang tidak mungkin dimuat seluruhnya ke dalam sinema yang dibuatnya. Bagi penonton film yang sudah membaca novel karangan Andrea, hal ini tentu tidak menjadi masalah, tetapi bagi penonton yang tidak membaca novelnya terlebih dahulu, seringkali bertanya maksud dari beberapa adegan dalam sinema tersebut karena potongan gambar hanya dibuat secuplik dan tidak banyak menjelaskan maksud dari tayangan yang disajikan.

Sinema ini tidak lagi banyak bercerita tentang Andrea atau Ikal, melainkan saya melihat sinema ini lebih banyak bercerita tentang perjuangan Ibu Muslimah yang membantu ke-10 anak didiknya untuk terus maju dan berkreativitas, meskipun sarana dan prasarana sekolah sangat terbatas. Menarik menyaksikan seorang guru membiarkan anak didiknya berkreasi dan mengeluarkan talentanya sendiri tanpa campur tangan sang guru. Itulah salah satunya dikala Mahar menjadi pimpinan pertunjukan atraksi pawai yang ditampilkan oleh murid-murid SD Muhammadiyah. Menarik menyaksikan Ibu Muslimah mengajak ke-10 anak didiknya belajar diluar kelas tidak hanya satu kali untuk mengajari mereka kearifan alam. Mirip dengan apa yang diceritakan Tetsuko Kuroyanagi dalam novelnya Toto-Chan.

Secara keseluruhan saya angkat topi dan memberikan 2 jempol tangan saya untuk karya Sinema terbaik di tahun ini! [RN,141008]

http://www.laskarpelangithemovie.com/

Anime_3478
Wataru Mitani adalah seorang anak lak-laki berusia 10 tahun, kelas 5 SD, yang sedang bersedih karena ayahnya meninggalkan keluarganya dan menyebabkan sang ibunda sakit keras sehingga harus dirawat di rumah sakit.

Karena patah hati, Wataru ingin mencoba peruntungannya dengan memasuki sebuah rumah berhantu. Rumah ini adalah jalan masuk ke dunia ilusi yang disebut Vision, dimana disana Wataru harus menguasai ilmu sihir dan mengumpulkan 5 buah bola untuk dapat bertemu dengan dewi keberuntungan yang dapat membuat satu permohonannya menjadi kenyataan. Wataru ingin sekali bertemu dengan sang dewi dan memintanya untuk membuat keluarganya utuh kembali.

Di dunia Vision, Wataru banyak mempunyai teman baru, dan bersama merekalah perjalanan untuk menemukan Dewi Keberuntungan dimulai. Ia  belajar membuat persahabatan, belajar untuk menjadi dewasa dan mengerti ikatan keluarga, cinta, dan sihir.

Pic01
Film animasi yang diangkat dari novel fantasi terkenal karangan Miyuki Miyabe ini diproduksi oleh Gonzo Digimation Holding K.K (produser Samurai 7) dan Fuji Television Network Inc.(penayang serial Avatar) pada tahun 2006, sedangkan hak distribusinya diserahkan kepada Warner Bros.  Brave Story mengajak kita belajar untuk menemukan diri karena disanalah letak kekuatan dan kemampuan kita sendiri. Bersama Wataru kita diajak melihat kembali tujuan dari hidup ini dan bagaimana kita akan memberikan yang terbaik untuk kebaikan kita sendiri dan menyadari bahwa takdir yang dijalani ini hanya dapat dirubah dengan kemauan kita sendiri. Wataru juga belajar untuk lebih mengutamakan kepentingan orang banyak diatas kepentingannya sendiri dan surprisingly dengan melakukan itu, keinginannya sendiri secara tidak langsung dapat terpenuhi. Tidak heran, jika film ini juga telah diputar di Cannes dan mendapatkan cukup apresiasi dari para penontonnya.  PS2 nya pun sudah beredar dan mudah-mudahan filmnya sudah bisa dinikmati di Indonesia tahun ini!

Running time: 112 minutes

Vintage: 2006-07-08

Premiere date:
   
2006-07-08 (Japan)

                           2007-08-10 (Taiwan, Vieshow Cinemas)

                           2008-02-06 (France)

Silahkan intip trailernya disini. [RN, 180708]

Ratatouille1b
Tikus sebagai hewan pengerat seringkali dipersepsikan
sebagai binatang yang sangat menjijikan karena tinggal di tempat yang kotor dan
membawa banyak bibit penyakit. Namun demikian, favoritisme tikus di dalam
pembuatan film rupanya tidak pernah surut.

Bukan sekali ini
saja, tikus dijadikan actor utama dalam sebuah film. Sebut saja film The American’s
Tale (1986) yang melambungkan lagu soundtrack filmnya yang berjudul Somewhere
Out There, salah satu lagu favoritku di kala itu, Stuart Little 1 dan Stuart
little 2, Tom and Jerry, serta jangan lupakan Mickey Mouse sebagai karya
spektakuler dari Walt Disney yang sanggup bertahan selama lebih dari 4 dekade.

Film tikus Ratatouille
ini adalah pemenang Academy Award pada tahun 2007,Ratatouille2
merupakan film ke delapan
yang diproduksi oleh Pixar dan didistribusikan oleh Walt Disney Pictures. Film
yang disutradarai oleh Brad Bird ini diluncurkan pada tanggal 29 Juni 2007 di
Amerika dan kesuksesannya bahkan melampaui film Die Hard 4.0 dengan pendapatan
pada minggu pertama sebesar USD 47,2 M.

Ratatouille
bercerita tentang Remy (Patton Oswalt), seekor tikus yang tinggal bersama
kakaknya Emile (Peter Sohn) dan ayahnya sang pemimpin koloni tikus bernama Django
(Brian Dennehy). Remy sangat terinspirasi oleh sebuah program memasak arahan
almarhum Chef Auguste Gusteau (Brad Garrett) yang ditayangkan di televisi, dan
berniat untuk mempelajari cara memasak. Ia memiliki penciuman yang sangat tajam
dan akhirnya menggunakan kemampuannya ini untuk menciptakan suatu karya seni
dalam masak memasak.Ratatouille

Remy akhirnya
bertemu dengan Linguini (Lou Romano), seorang anak muda yang sama sekali tidak
punya bakat memasak.
Linguini tiba di restoran milik Chef Auguste Gusteau
sambil membawa

surat

perkenalan
dari almarhumah ibunya. Karena ibunda Linguini dikenal oleh Chef Skinner (Ian
Holm), kepala juru masak di restoran itu, akhirnya Linguini pun diterima
bekerja disana. Remy bekerja sama dengan Linguni menciptakan menu-menu baru
berinspirasikan buku resep masakan dari Chef Auguste Gusteau.

Film ini menginspirasikan kepada kita tentang kemudahan
memasak, sesuai dengan
slogan yang disampaikan oleh Chef Auguste Gusteau, "Anyone
can cook!". Memasak memang sangat mudah, tetapi menciptakan suatu masakan
memang membutuhkan talenta tersendiri. Remy telah membuktikan hal itu. Singkat
cerita, Linguini dan Remy akhirnya membuat restoran baru yang diberi nama : "La
Ratatouille",
diambil dari sebuah nama masakan sayuran khas Perancis yang sangat terkenal di
Nice.   [RN, 150708].

Director(s): Brad Bird. Screenplay: Brad Bird.
Cast: Patton Oswalt, Ian Holm, Lou Romano, Brian Dennehy, Peter Sohn,
Peter O’Toole, Brad Garrett, Janeane Garofalo and Will Arnett. Distributor:
Walt Disney Pictures. Runtime: 111 min. Rating: G. Year:
2007.

http://disney.go.com/disneyvideos/animatedfilms/ratatouille/

 

 

05630201
Po
(Jack Black) adalah penggemar berat bela diri Kung Fu, meskipun dia sama sekali
tidak bisa Kung Fu. Sebagai seekor Panda yang gemuk, ceroboh tetapi penuh
antusias, Po hanya bisa bermimpi menjadi ahli Kung Fu dan menjalankan bisnis
berjualan mie bersama ayahnya.

 

Suatu
hari mimpi Po menjadi kenyataan, ketika Master Oogway (Randall Duk Kim)
melihat ramalan bahwa pendekar
jahat bernama Tai Lung (Ian McShane) akan meloloskan diri dari penjara
dan seorang Pendekar Naga akan datang untuk mengalahkan Tai Lung. Namun
sampai saat itu belum ada seorang pun yang cocok dengan ramalan tersebut. Akhirnya
Master Oogway
memberi
tahu Master Shifu (Dustin Hoffman)
dan bersama-sama memilih calon Pendekar Naga dari
warga sekitar tempat itu. Hari pemilihan pun ditentukan. Semua orang datang
berbondong-bondong untuk menyaksikan pemilihan ini. Po yang sangat tergila-gila
pada Kung Fu pun tak melewatkan kejadian besar ini dan akhirnya ia pun terpilih
menjadi Pendekar Naga.

 

Penunjukan
Po sebagai Pendekar Naga bukanlah hal yang mudah. Master Shifu dan2
kelima
muridnya, Tigress (Angelina Jolie), Crane (David Cross), Mantis (Seth Rogen),
Viper (Lucy Liu) dan Monkey (Jackie Chan) menganggap Master Oogway telah salah
pilih karena Po tak mungkin adalah Pendekar Naga yang ada dalam ramalan itu. Po
sendiri tidak percaya bahwa dirinya memiliki kemampuan seperti yang diramalkan.
Ia
bahkan sama sekali tidak bisa Kung Fu. Bagaimana mungkin ia mengalahkan Tai
Lung.
Namun Master
Oogway bersikeras bahwa ia tak mungkin salah pilih.

 

Film
produksi
DreamWorks
Animation
ini disutradarai oleh John Stevenson and Mark
Osborne
dan diproduseri oleh Melissa Cobb ini mengajak
penontonnya untuk melihat dan menggunakan kekuatan diri sebagai salah satu kekuatan
untuk sukses. Setiap orang pasti memiliki kekurangan dan kelebihannya, namun
bagaimana ia dapat mengubah kekurangannya menjadi kekuatan dan mengendalikan
kekurangannya agar tidak menguasai dirinya, adalah hal yang menarik. Po telah
berhasil mengatasi ketidakpercayaan dirinya dan menggunakan apa yang ada di
dalam dirinya, kekuatan diri dan kekuatan hatinya, untuk melawan Tai Lung dan
menyelamatkan dunia.

 

Terkadang,
rasa tidak percaya diri menyelubungi seseorang dan membuatnya percaya bahwa ia
bukan siapa-siapa dan tidak dapat melakukan apapun lebih baik dibandingkan
orang lain yang dilihatnya lebih kuat dan lebih hebat dari dirinya. Setiap
orang memiliki potensi yang ia perlukan di dalam hidup ini, namun terkadang karena
persepsinyalah yang membuatnya tidak dapat menjadi seperti apa yang ia
inginkan. Po telah membuktikan hal ini.

 

http://www.kungfupanda.com/

 

Trailernya
bisa di klik disini :
http://www.youtube.com/watch?v=RR4TIYEAmIk

 

Selamat
menonton dan mengambil hikmah dari film ini. [RN, 110708]

 

 

Film18311
Arthur Spiderwick
(David Strathairn, 2006’s We Are Marshall)
adalah seorang peneliti yang menemukan makhluk-makhluk tidak kasat mata di
sekitar rumahnya. Ia membuat buku berindeks berisikan data seluruh makhluk yang
sudah pernah dilihatnya. Buku itu disebutnya sebagai Petunjuk Lapangan. Melalui
buku ini, seseorang bisa belajar lebih banyak tentang makhluk-makhluk tidak
kasat mata, bagaimana menemukan mereka dan berkomunikasi dengan mereka.
Sayangnya, apabila informasi yang sangat
berharga ini jatuh ke tangan orang atau makhluk yang berniat jahat, maka seisi
dunia ini akan lenyap. Karena pengetahuannya yang sangat lengkap ini, Arthur Spiderwick
akhirnya ditawan oleh Bangsa Peri di Negeri Peri.

 

Delapan
puluh tahun kemudian, generasi ketiga dari keluarga Grace pindah dari

New York

ke rumah yang dulu ditempati oleh Arthur
Spiderwick. Jared dan saudara kembarnya Simon (Freddie Highmore, 2007’s August Rush), Mallory (Sarah Bolger,
2006’s Alex Rider: Operation Stormbreaker)
dan Ibu mereka, Helen(Mary-Louise Parker, 2002’s Red Dragon), meninggalkan

New York

menuju sebuah rumah terpencil milik
paman buyut mereka, Arthur Spiderwick.

Spiderwick1
Di rumah ini, banyak sekali
kejadian aneh dan Jared sebagai seorang anak yang bermasalah, tidak mampu
menjelaskan semua kejadian-kejadian aneh yang mereka alami. Helen menyangka
Jared adalah biang keladi dari semua kejadian aneh yang terjadi. Saat Jared,
Simon dan Mallory menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi, mereka menemukan
kenyataan menakjubkan tentang rumah Spiderwick dan beragamnya makhluk-makhluk
yang berada di sekitar tempat tersebut. Ternyata makhluk-makhluk tersebut
memburu sebuah buku petunjuk lapangan hasil karya terakhir dari Arthur
Spiderwick. Jared, Simon, Mallory, dan Helen lalu berjuang mempertahankan rumah
dan buku tersebut dengan berkonsultasi pada Bibi mereka, Lucinda (Joan
Plowright, 2005’s Mrs. Palfrey at the
Claremont
), yang terpaksa di rawat di rumah sakit jiwa karena
dianggap tidak waras.

Spiderwick2Film yang diangkat dari 5 buku
terlaris “The Spiderwick Chronicles”
karangan Holly Black & Tony
DiTerlizzi, adalah sebuah film fantasi petualangan yang mengingatkan kita akan sifat
kekanak-kanakan dalam diri semua orang.

Berbeda
dengan film bergenre sejenis, yaitu Bridge
to Terabithia
(Produksi Disney and Walden Media) yang menipu dan
membuat kecewa penonton dengan memunculkan trailer yang menggambarkan dunia
bangsa peri namun ternyata gambaran dunia tersebut hanya ada pada 10 menit
menjelang film berakhir; film produksi Paramount Pictures and Nickelodeon Movie
ini diproduseri oleh Mark Canton, Larry Franco sangat berbeda. Dari awal hingga
akhir film kita disuguhi dengan dunia yang sangat menakjubkan. Banyak dari makhluk-makhluk yang ditampilkan
pada film ini sama dengan yang ada di film Harry
Potter
atau Lord of The Rings, misalnya
Boggart,  Nimphs, Troll, House-Elf, dan lainnya. Anyway, film
ini sangat direkomendasikan untuk ditonton, karena renyah, menegangkan, sekaligus
menarik! [RN,2020708]

 

 

Pemain :

Freddie
Highmore
Mary-Louise Parker
Nick Nolte
Joan Plowright
David Strathairn

Sutradara :

Mark Waters

Penulis :

Karey
Kirkpatrick
David Berembaum
John Sayles

 

Homepage :

http://www.spiderwickchronicles.com/

http://www.spiderwick.com/

Trailer :

http://www.spiderwickchronicles.com/

Foto courtesy dari :

http://www.filmschoolrejects.com/news/paramount-2008-preview-the-spiderwick-chronicles.php

 

Rianty_syuting_munajah_cinta_di_kampung_
Opening trailer

http://www.youtube.com/watch?v=wOppxtNpyUs

 
Mulai
4 Mei 2008 setiap pukul 20.00 - 21.00 WIB, sinetron produksi Sinemart berjudul
Munajah Cinta, mulai tayang di RCTI. Munajah
dalam kamus bahasa Arab berarti  "confidential
interchange of secrets and sentiments
". Istilah ini digunakan di dalam
Al Qur’an untuk menggambarkan Nabi Ibrahim s.a saat berbicara kepada Allah.
Meskipun sampai dengan episode ke 5 kemarin malam (8/5), tayangan sinetron
Munajah Cinta ini belum juga memberikan gambaran seperti maknanya di dalam
kamus.

 

Cerita ini mengisahkan ATTAR (Baim Wong), seorang pemuda
kaya, tampan, dan cenderung playboy. Meski begitu, sebenarnya ia adalah pemuda
yang baik. Attar jatuh cinta pada teman masa kecilnya, KHUMAIRAH (Rianti
Cartwright). Dan karena ingin mendapatkan hati Khumairah, Attar pun mulai
mendalami agama di sebuah desa dengan bimbingan KYAI SIDIK (Mochtar Sum), paman
Khumairah.  Waktu pun berlalu. Attar
mulai berubah menjadi seorang pemuda yang shaleh dan bijaksana.
Tutur kata & sikapnya
pun menjadi lebih sopan.

 

MAEMUNAH
(Zaskia A. Mecca) adalah seorang gadis desa yang menolong Attar untuk menemukan alamat Kyai Sidik. Sejak itu,
keduanya pun semakin akrab. Maemunah tidak mengetahui jika Attar telah
menjatuhkan cintanya kepada Khumairah.

Ketika
Attar kembali ke

Jakarta

karena Ibunda Khumairah
sakit keras, Maemunah pun menyusulnya. Disinilah dimulai konflik batin antara
Attar, Khumairah, dan Maemunah. Sebagai penonton, diperlukan waktu menonton
lebih lama untuk dapat menangkap maksud judul sinetron ini dengan alur cerita
yang disajikan.

 

Munajah Cinta adalah sinetron religi pertama yang
diproduksi oleh Sinemart

dibentuk pada tahun 2003 oleh Leo
Sutanto, Sentot Sahid, Heru
Hendriyarto dan Lala Hamid.
Leo Sutanto, yang telah dikenal di dunia perfilman Indonesia. Proyek
pertama Sinemart, yang diambil dari 3 kata ‘Sinema’, ‘Art’ dan ‘Mart’ adalah
"Malam Pertama" (2003), sebuah serial televisi untuk SCTV yang pada
akhirnya mendapat banyak nominasi di ajang SCTV Awards 2003. Namun terobosan
besar pertama Sinemart adalah adaptasinya atas film "Ada Apa Dengan
Cinta?" (2003) menjadi sebuah serial TV. Saat ini Sinemart yang berusaha
menciptakan sebuah campuran sempurna antara ’seni’ dan ‘dagang’ melalui medium
film, sudah memproduksi 70 lebih judul program untuk televisi, dengan 14
program sedang tayang, ditambah divisi Sinemart Pictures yang telah berhasil
membuat 9 film layar lebar.

 

Sebagai proyek sinetron pertama, tentunya tidak mudah. Sinemart
yang terbiasa membuat sinetron berdasarkan kajian pasar, seolah-olah
mendompleng kesuksesan film ”Ayat Ayat Cinta” (AAC) yang sanggup bertahan dua
bulan di bioskop

kota

besar
dengan jumlah penonton mencapai 4 juta orang. Kesuksesan AAC dilatarbelakangi
kejenuhan tema cerita dalam industri perfilman. Meskipun wajar dalam dunia
bisnis, ketika tema horror sedang laris, berbondong-bondong produser membuat
film sejenis. Tidak heran ketika AAC diluncurkan. Masyarakat seakan menyadari
bahwa ternyata

Indonesia

sanggup
membuat film religi yang cukup bagus. Banyaknya penonton AAC telah membuktikan
hal itu.

 

 

Sinemart menurutku cukup cerdas untuk menangkap kejelian pasar.
Tidak saja para pemain AAC yang direkrut yaitu
Rianti Cartwright dan
Zaskia Adya Mecca, tetapi ia juga dapat memilih para pemain
lainnya sehingga pas dalam penghayatan tokohnya. Mudah-mudahan saja lebih
banyak unsur religinya dibandingkan dengan keinginan pasar sehingga tayangan
ini tidak mubazir untuk ditonton. [RN,090408]

Foto :

Hak Cipta: kapanlagi.com/bambang/wawan

Trailer dari : www.youtube.com

Cover_seven_samurai_1 Shichinin no Samurai atau Seven Samurai atau Samurai
7
adalah sebuah film jidai-gecki (or historical swordplay films) karya
sutradara terkenal Akira Kurosawa di tahun 1954. Film classic epic yang dibuat berdasarkan naskah cerita karya Akira Kurosawa
dan
Shinobu Hashimoto ini memenangkan Venice Film Festival pada tahun 1954
dengan mendapat Silver Lion Medal. Film ini juga dinominasikan pada BAFTA
Awards (USA) di tahun 1956 untuk Best Film dan Best Foreign Actor dan nominasi pada
Academi Awards (USA) pada tahun 1957 untuk Best
Art Direction-Set Decoration dan
Best Costume Design.

 

CovcriterionFilm ini berkisah tentang sebuah
desa terpencil bernama Desa Kanna di
Jepang pada
abad ke-16 yang terancam oleh
sekelompok
bandit yang selalu merampok hasil panenan desa. Karena terdesak, Gisaku,
seorang tetua desa, mengutus Rikichi (diperankan oleh Yoshio Tsuchiya), Kirara Mikumari
dan Komachi untuk mencari samurai yang bersedia melindungi desa ini dari
ancaman para  bandit. Saking miskinnya, sebagai balasan atas jasa
para samurai, para petani di
desa Kanna akan memberikan beras hasil panenan
kepada para samurai. Akhirnya terpilihlah 7 orang samurai Shimada Kanbei (Takashi
Shimura), Kikuchiyo (Toshiro Mifune),
Katsushiro Okamoto (Isao Kimura), Kyuuzo, Gorobei Katayama, Sichiroji, dan
Heihachi Hayashida.

 

Samurai7Tahun 2004, GONZO DIGIMATION, studio animasi Jepang,
memproduksi versi animasi Samurai 7.
Film animasi berjumlah 26
episode ini disutradarai oleh Toshifumi Takizawa dan komposisi musiknya digarap
oleh Kaoru Wada
dan Eitetsu Hayashi. Serial ini muncul di Animax pada bulan Juni - September 2004
dan kemudian diputar di Asia Tenggara, Asia Selatan, Amerika Utara, Amerika
Latin,
Canada, Hong Kong dan masih banyak negara lainnya. Opening Song
dibawakan oleh  Nanase Aikawa
berjudul "Unlimited" dan Closing Songnya berjudul "Fuhen" (Ubiquity)
by Rin’

 

Samurai_7_150_1280

Versi
animasi dibuat lebih modern dan futuristik dimana background setting cerita
tidak lagi pada abad ke-16, meskipun secara keseluruhan inti cerita tidak
berbeda dengan versi layar lebarnya. Jepang pada masa ini sudah tidak lagi
berperang. Nobuseri bukanlah bandit biasa. Mereka digambarkan sebagai samurai yang
pada masa perang telah menggabungkan tubuhnya dengan teknologi sehingga menjadi
mekanis secanggih robot, lengkap dengan senjata yang mutakhir. Lama kelamaan,
para Nobuseri lebih sering terlihat sebagai sebuah mesin, ketimbang samurai
atau manusia biasa.

 

Samurai_7_151_1280

Pada
saat itu, Jepang tidak lagi berperang dan para samurai kehilangan mata
pencaharian.
Samurai yang telah berubah menjadi Nobuseri, memanfaatkan
kekuatan diri mereka menjadi perampok hasil panenan dan para wanita desa dan
kemudian memperdagangkan keduanya di Ibukota. Ibukota kerajaan Jepang sendiri digambarkan
sebagai sebuah Starship yang luar biasa besar dan ditakuti oleh rakyat Jepang.
Dimulailah pertarungan antara dua buah kekuatan, dan tentu saja sebagaimana
yang bisa ditebak, kebaikan selalu menang.

 

Bila kita membandingkan versi layar lebar dan veri
animasinya, tentulah versi animasi lebih menarik untuk ditonton.
Selain karena imajinasi yang cukup kuat, setting cerita sangat diminati
oleh para pecinta animasi saat ini.

 

Pada versi animasi ini :

· Gisaku diperankan oleh Ikuo Nishikawa (versi Japanese) dan Andrew Haskett (versi English),

· Rikichi diperankan oleh Tadahisa Saizen (Japanese), J. Michael Tatum (English),

· Kirara Mikumari diperankan
oleh
Fumiko Orikasa (Japanese) dan  Colleen
Clinkenbeard
(English),

· Komachi diperankan oleh Chiwa Saito (Japanese), Luci Christian (English),

· Shimada Kanbei diperankan oleh
Masaki Terasoma (Japanese), R. Bruce Elliott (English),

· Kikuchiyo diperankan oleh Kong Kuwata (Japanese), Christopher Sabat (English),

· Katsushiro Okamoto diperankan
oleh
Romi Paku
(Japanese),
Sean
Michael Teague
(English), 

· Kyuuzo diperankan oleh Shinichiro Miki (Japanese), Sonny Strait (English),

· Gorobei Katayama diperankan
oleh
Tetsu Inada (Japanese), Bob Carter
(English),

· Sichiroji diperankan oleh Tohru Kusano (Japanese), Duncan Brannan (English), dan

· Heihachi Hayashida diperankan
oleh
Junji Inukai (Japanese), Greg Ayres
(English).

 

Karakter pemainnya dapat dibaca di http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Samurai_7_characters

 

Official
anime website
http://www.samurai7.tv/

 

Full
episode bisa di download di http://realitylapse.com/videos/samurai7.php

 

[RN,
290408]

12017748680
Menonton
audisi Indonesian Idol episode perdana hari Jumat lalu (4/4) membuatku
merasa sangat beruntung menjadi warga negara Indonesia.

Betapa
tidak? Malam itu saya melihat ribuan generasi muda Indonesia menyajikan
yang terbaik dari kemampuan yang mereka miliki. Saya melihat semangat
yang menggebu-gebu dalam diri mereka untuk dapat menyajikan potensi
diri yang terbaik.

Musim kelima dari acara Indonesian Idol
hadir kembali di tahun 2008. Inilah sebuah ajang untuk mencari
bakat-bakat terpendam para remaja Indonesia baik yang berada di kota
besar maupun kota kecil. Tahun ini Indonesian Idol akan melaksanakan
audisi di 15 kota di seluruh Indonesia, beberapa kota adalah kota-kota
yang sama seperti tahun lalu diantaranya Medan, Manado, Ambon, Bali,
Surabaya, Bandung, Palembang dan Jakarta. Juga ada kota-kota baru yang
akan dikunjungi Tim Indonesian Idol untuk melakukan audisi yaitu
Yogyakarta, Malang, Madiun, Salatiga, Purwokerto, Tegal, dan Cirebon.
Selain cara audisi yang dilakukan pada tahun sebelumnya, maka di tahun
ini ada cara baru yang dipergunakan yaitu dengan Audisi Bis dan Dream
Box!

Cara-cara baru inilah yang membuat Indonesian Idol kali ini
begitu berbeda. Tidak heran jika ada seorang supir truk dari Malang,
seorang surfer dari Bali, seorang karyawan sebuah pabrik karton dari
Surabaya dan seorang pengamen dari Medan yang juga ikut mewarnai ajang
kompetisi ini dan membuat ajang ini dimiliki oleh seluruh rakyat
Indonesia.

Pada setiap kota, hampir semuanya memiliki kesamaan.
Semangat yang ditularkan oleh setiap kontestan, menjadi semangat yang
dapat mendukung para kontestan lainnya. Kebahagiaan yang diraih oleh
seorang kontestan dapat pula dirasakan oleh kontestan lainnya. Saya
ikut menangis terharu ketika seorang kontestan mendapatkan golden ticketnya
untuk masuk ke babak selanjutnya. Saya juga ikut bersedih ketika
seorang kontestan tidak mendapatkan apa yang diimpikannya. Sebagian
besar kontestan mengikuti audisi ini untuk membuat kedua orang tuanya
bangga, terutama ibu mereka.

Para kontestan sudah membuktikan
bahwa mereka bukan hanya berani mencoba bernyanyi di kamar mandi,
tetapi mereka sudah berani satu langkah ke depan, yaitu mencoba
menyanyi untuk orang lain. Bayangkan jika semangat yang mereka
tularkan, juga dapat ditularkan dimanapun mereka berada, misalnya di
kantor, rumah, atau kampus. Pastilah semangat tersebut juga bisa
ditularkan kepada rekan-rekan terdekatnya. Indonesia juga menjadi maju
dengan warga negaranya yang selalu penuh bersemangat untuk bekerja dan
berkarya. Tidak heran dikatakan bahwa Indonesian Idol adalah program
kebanggaan Indonesia! [RN, 070408]