Nataniel adalah seorang anak berusia 5 tahun yang dijual oleh orang tuanya kepada pemerintah untuk dididik sebagai seorang calon penyihir. Ia kemudian dibesarkan oleh keluarga penyihir bernana Arthur Underwood yang telah dipilih oleh pemerintah untuk mendidiknya. Nataniel sangat suka belajar ilmu sihir dan cepat sekali mengingat berbagai mantra-mantra sederhana. Sayangnya kesukaannya ini tidak diimbangi oleh ayah angkatnya, karena Arthur tidak ingin Nataniel terlalu menguasai ilmu kepenyihiran dan mengalahkan kemampuan ayah angkatnya sendiri. Meski demikian, Nataniel tidak pernah patah semangat dalam belajar.
Untuk dapat lulus sebagai seorang penyihir yang diakui oleh komunitas penyihir, Nataniel harus mempertunjukkan kemampuannya dalam menggunakan ilmu sihir, termasuk memanggil beragam jin, imp, dan makhluk halus lainnya sesuai dengan tingkat kemampuannya menyihir. Nataniel tentu saja tidak ingin gagal dalam tesnya nanti, sehingga secara diam-diam ia memanggil jinnya yang pertama : Bartimaeus.
Bartimaeus adalah jin berusia 5,000 tahun yang jarang sekali mendapatkan kesempatan untuk melayani manusia. Kekuatannya sangat dahsyat dan diperlukan energi pemanggilan yang cukup kuat untuk bisa memanggil jin sekelas Bartimaeus.
Tetapi Nataniel berhasil melakukannya.
Nataniel sengaja memanggil Bartimaeus agar jin itu dapat membalaskan dendamnya kepada seorang penyihir kawakan yang sombong, bernama Simon Lovelace. Penyihir ini telah membunuh ayah dan ibu angkatnya dan nyaris membunuh dirinya.
Nataniel meminta Bartimaeus untuk mencuri Amulet Samarkand milik Simon agar sang pemiliknya menjadi malu karena Amulet kesayangannya dapat dicuri dengan begitu mudah oleh seorang calon penyihir seperti Nataniel. Ia sama sekali tidak menyadari fungsi dari Amulet Samarkand dan betapa berharganya barang tersebut.
Menginjak usia 14 tahun, Nataniel yang diasuh oleh seorang penyihir yang bekerja di kantor pemerintah. Nataniel pun menjadi penyihir termuda yang bekerja disana. Berbagai tugas kepemerintahan diserahkan kepada Nataniel dan seperti biasa, dengan kepintarannya, Nataniel dapat menyelesaikan tugasnya.
Melanjutkan seri pertamanya dimana pemerintah saat itu banyak diganggu oleh kaum resistance, maka di seri kedua inipun Nataniel diminta untuk menyelidiki kaum ini dan mencari cara untuk menyingkirkannya. Untuk itu, Nataniel terpaksa harus kembali meminta jin Bartimaeus untuk membantunya.
Kaum resistance adalah kelompok manusia yang tidak bisa menggunakan ilmu sihir, sehingga mereka tidak bisa menggunakan kekuatan makhluk halus untuk membantu mereka. Namun demikian, beberapa diantara kaum resistance ini memiliki kekuatan khusus yang bisa mendeteksi kehadiran makhluk halus diantara mereka, bisa mendeteksi perangkap sihir yang diletakkan oleh para penyihir. Dengan kekuatan seperti ini, kaum resistance berusaha mengalahkan kaum penyihir.
Perbedaan The Bartimaeus Trilogy dengan buku penyihir lainnya seperti Harry Potter dan lainnya adalah bahwa buku ini menunjukkan sudut pandang tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya. Pembaca bisa mengetahui bagaimana tokoh lainnya berpikir sehingga buku ini menjadi semakin menarik.
dalam novel-novel ini, Stroud memutarbalikkan stereotipe tentang "penyihir baik" dan "setan jahat". Tokoh utamanya justru jin berusia 5,000 tahun yang sarkastik dan egomaniak bernama Bartimaeus dan penyihir muda bernama Nataniel.
Novel-Novel yang memenangkan "Grand Prix de l’imaginaire" tahun 2006, penghargaan dari Prancis untuk karya fantasi dan fiksi ilmiah, ceritanya akan difilmkan oleh Miramax/Disney dan direncanakan beredar tahun 2009. the Bartimaeus Trilogy ini sangat berbeda dengan buku-buku cerita lain tentang penyihir. Ketika demam Harry Potter menghinggapi para penulis novel, Jonathan Stroud yang lahir tahun 1970 di Bedford, Inggris ini justru membuat cerita yang berbeda.
Ayo baca segera, jangan ketinggalan! [RN, 130907]

No Comments
Comments feed for this article