http://www.youtube.com/watch?v=wOppxtNpyUs
Mulai
4 Mei 2008 setiap pukul 20.00 - 21.00 WIB, sinetron produksi Sinemart berjudul
Munajah Cinta, mulai tayang di RCTI. Munajah
dalam kamus bahasa Arab berarti "confidential
interchange of secrets and sentiments". Istilah ini digunakan di dalam
Al Qur’an untuk menggambarkan Nabi Ibrahim s.a saat berbicara kepada Allah.
Meskipun sampai dengan episode ke 5 kemarin malam (8/5), tayangan sinetron
Munajah Cinta ini belum juga memberikan gambaran seperti maknanya di dalam
kamus.
Cerita ini mengisahkan ATTAR (Baim Wong), seorang pemuda
kaya, tampan, dan cenderung playboy. Meski begitu, sebenarnya ia adalah pemuda
yang baik. Attar jatuh cinta pada teman masa kecilnya, KHUMAIRAH (Rianti
Cartwright). Dan karena ingin mendapatkan hati Khumairah, Attar pun mulai
mendalami agama di sebuah desa dengan bimbingan KYAI SIDIK (Mochtar Sum), paman
Khumairah. Waktu pun berlalu. Attar
mulai berubah menjadi seorang pemuda yang shaleh dan bijaksana. Tutur kata & sikapnya
pun menjadi lebih sopan.
MAEMUNAH
(Zaskia A. Mecca) adalah seorang gadis desa yang menolong Attar untuk menemukan alamat Kyai Sidik. Sejak itu,
keduanya pun semakin akrab. Maemunah tidak mengetahui jika Attar telah
menjatuhkan cintanya kepada Khumairah.
Ketika
Attar kembali ke
Jakarta
karena Ibunda Khumairah
sakit keras, Maemunah pun menyusulnya. Disinilah dimulai konflik batin antara
Attar, Khumairah, dan Maemunah. Sebagai penonton, diperlukan waktu menonton
lebih lama untuk dapat menangkap maksud judul sinetron ini dengan alur cerita
yang disajikan.
Munajah Cinta adalah sinetron religi pertama yang
diproduksi oleh Sinemart
dibentuk pada tahun 2003 oleh Leo Sutanto, Sentot Sahid, Heru
Hendriyarto dan Lala Hamid. Leo Sutanto, yang telah dikenal di dunia perfilman Indonesia. Proyek
pertama Sinemart, yang diambil dari 3 kata ‘Sinema’, ‘Art’ dan ‘Mart’ adalah
"Malam Pertama" (2003), sebuah serial televisi untuk SCTV yang pada
akhirnya mendapat banyak nominasi di ajang SCTV Awards 2003. Namun terobosan
besar pertama Sinemart adalah adaptasinya atas film "Ada Apa Dengan
Cinta?" (2003) menjadi sebuah serial TV. Saat ini Sinemart yang berusaha
menciptakan sebuah campuran sempurna antara ’seni’ dan ‘dagang’ melalui medium
film, sudah memproduksi 70 lebih judul program untuk televisi, dengan 14
program sedang tayang, ditambah divisi Sinemart Pictures yang telah berhasil
membuat 9 film layar lebar.
Sebagai proyek sinetron pertama, tentunya tidak mudah. Sinemart
yang terbiasa membuat sinetron berdasarkan kajian pasar, seolah-olah
mendompleng kesuksesan film ”Ayat Ayat Cinta” (AAC) yang sanggup bertahan dua
bulan di bioskop
kota
besar
dengan jumlah penonton mencapai 4 juta orang. Kesuksesan AAC dilatarbelakangi
kejenuhan tema cerita dalam industri perfilman. Meskipun wajar dalam dunia
bisnis, ketika tema horror sedang laris, berbondong-bondong produser membuat
film sejenis. Tidak heran ketika AAC diluncurkan. Masyarakat seakan menyadari
bahwa ternyata
Indonesia
sanggup
membuat film religi yang cukup bagus. Banyaknya penonton AAC telah membuktikan
hal itu.
Sinemart menurutku cukup cerdas untuk menangkap kejelian pasar.
Tidak saja para pemain AAC yang direkrut yaitu Rianti Cartwright dan
Zaskia Adya Mecca, tetapi ia juga dapat memilih para pemain
lainnya sehingga pas dalam penghayatan tokohnya. Mudah-mudahan saja lebih
banyak unsur religinya dibandingkan dengan keinginan pasar sehingga tayangan
ini tidak mubazir untuk ditonton. [RN,090408]
Foto :
Trailer dari : www.youtube.com


2 Comments
Comments feed for this article
May 19th, 2008 at 9:41 am
zul hikmah
semoga filmnya confident sesuai judulnya tidak keluar dari logika….
June 29th, 2008 at 6:25 am
Fuad
Sinetron Indonesia di TV tetap sama/klasik walaupun tema religious.Plot cerita yang tidak fokus dan kelanjutannya lebih ditentukan oleh’rating’ yang menjadi patokan. Lebih mengasyikan nonton OB atau tema tema remaja yang langsung tamat.Lebih lucu dan tidak menjengkelkan serta menggemaskan.
Tapi usaha ini baik….untuk variasi tema cerita.